Peninggalan Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Peninggalan Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Peninggalan Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Selepas beristirahat dan melaksanakan ibadah sholat di salah satu Kontraktor Kubah Masjid Enamel dipinggir jalan yang kebetulan kami temui. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Rasa lelah yang sudah terobati dengan beristirahat sebentar membuat kami fresh lagi seperti semula.
Perjalanan masih tetap begitu panjang untuk menuju Gunung Bromo masih tetap begitu jauh, terutama kita cuma mengendarai mobil panther tua kepunyaannya Fattah yang mungkin saja akan tidak lama sekali lagi juga akan patah. Apalah daya sangatlah capek kita mencari tempat istirahat sesaat di Kontraktor Kubah Masjid Enamel Lumajang sana. Karna kita tendangan lebih dahulu berjalanan di Kabupaten Lumajang yang menyimpaan banyak histori karna peninggalan prasasti banyak diketemukan di daerah sana. Seperti prasastii Mula Malurug yang disebut prasasti tertua yang ada ada di mana keberadaannya mengatakan Nagara Lamajang. Perihal ini pula yang buat dia anggap Kota Lumajang itu. Hingga terkenalah di daerah itu dengan sebutan Kabupatern Lumajang. Prasasti ini menurut cerita yang mengedar diterbitkan oleh Raja Kertanegara dari Singasari untuk memperingati anugerah Raja Seminingrat pada Pranaraja berbentuk dua desa perdikan, mula serta malurung. Narasi narasi tersebut yang buat kami penasaran serta pikirkan ulang jadwal kami untuk bertandang ke Gunung Bromo karna banyak yang butuh kita explore dilain hari di Kota Lumajang ini. Untuk isi perut yang telah keroncongan, kami pikirkan untuk mencari tempat makanan di mana dimuka Kontraktor Kubah Masjid Enamel yang kami menempati nyatanya di seberang jalan ada tempat tinggal makan yang bertuliskan makanan ciri khas Lumajang. Okelah kita putuskan untuk ke sana karna perut telah kelaparan.

Ada namanya kue lapis, namun anehnya gambarnya berlainan dab nyatanya kue lapis itu terbuar dari beras ketan, langkah masaknya dengan juga di rebus serta dibalut oleh daun pisang. Jauh sekali dari bayanganku lihat kue lapisnya. Memiliki bentuk memanglah segitiga namun umumnya kue ini di cocol dengan parutan kelama serta dikonsumsi diwaktu sore. Okelh cukup saya Tanya-tanya makanan itu, karna saya mesti selekasnya mengambil keputusan pilih makanan. Serta mataku tertuju pada makanan Lontong Petis Lumajang, yang kelihatannya enak sekali, karna favoritku sendiri yaitu makanan lontong, nyatanya tetaplah ada makanan enak yang ada dimuka Kontraktor Kubah Masjid Enamel pilihannya sangatlah banyak. Lihat lontong petis yang telah dihidangkan perutku segera berbunyi serta bernyanyi minta makanan. Serta tidak lama makanan itu habis telah lenyap dikonsumsi.. kami akan tidak menyebut sangat lama sekali lagi karna mobil yang masih tetap kita parkir dimuka Kontraktor Kubah Masjid Enamel mesti selekasnya kami bawa untuk berpegergian sekali lagi. Namun rekanku masih tetap mesti kembali sekali lagi ke warung itu karna ada makanan yang perlu dibungkus untuk dibawa pada waktu kita perjalanan kelak supaya tidak kelaparan kelak di jalan. Maklum, rekanku si Rifki ini perutnya cukup besar dengan tubuh yang besar jadi makannya sangatlah banyak. Dia menginginkan beli makanan ciri khas Lumajang yang lain yaitu Pecel telo yang tuturnya cukup enak untuk dikonsumsi waktu perjalanann kelak.

Add a Comment